Kelompok 2 :
- Dian Astari Amelia
- Dicky Priatno Tarigan
- Friska Nur Rizki
- Heru Febriansyah
- Kemal Tauziri
- Niky Rahmawati
- Nining Harnati
- Robiah
A. Masuknya islam ke indonesia
Agama Islam berasal dari tanah Arab
dan dari tanah Arab berkembanglah agama Islam kemana-mana, diantaranya ke
Gujarat (India) dan Persia. Demikian pula berangsur-angsur meluas kearah timur
hingga Semenanjung Malaka.
Mengenai masuknya Islam ke Indonesia tidak diketahui secara pasti. Berikut beberapa sumber sejarah yang menjadi bukti masuknya Islam ke Indonesia.
Mengenai masuknya Islam ke Indonesia tidak diketahui secara pasti. Berikut beberapa sumber sejarah yang menjadi bukti masuknya Islam ke Indonesia.
Perkampungan Islam yang terdapat
disekitar Selat Malaka pada abad ke-7 dan ke-8
Batu bersurat pada sebuah makam
seorang wanita muslim di Leran Gersik Jawa Timur, atas nama Fatimah binti
Ma'imun, berangka tahun 475 H (1082 M)
Catatan kisah perjalanan Marcopollo
(Musafir Venesia) yang singgah di Perlak Aceh Utara tahun 1292 M
Batu nisan makam Sultan Malik
al-Saleh, raja Samodra Pasai yang berangka tahun 1345 M
B.
Pembawa islam ke Indonesia
Pembawa Islam ke Indonesia terutama para pedagang dari Gujarat (India),
Arab dan Persia. Sedangkan pusat perdagangan yang berperan penting dalam
penyebaran Islam ke Indonesia ialah bandar (pelabuhan) Malaka. Sejak abad ke-15
kota Malaka tumbuh sebagai pusat perdagangan dan pusat penyebaran Islam di Asia
Tenggara. Sementara itu proses perkembangan agama Islam di Indonesia semakin
cepat meluas setelah Malaka direbut Portugis pada tahun 1511.
Semakin lama semakin banyak pedagang asing yang melewati perairan Nusantara. Pelayaran di Indonesia semakin ramai sehingga tumbuh badar-bandar dibeberapa pulau di Indonesia, misalnya di Aceh, Palembang, Cirebon, Jepara, Tuban, Banjarmasin, Ternate dan Tidore. Semakin banyak bandar di Indonesia, perkembangan Islam ditanah air semakin lancar.
Semakin lama semakin banyak pedagang asing yang melewati perairan Nusantara. Pelayaran di Indonesia semakin ramai sehingga tumbuh badar-bandar dibeberapa pulau di Indonesia, misalnya di Aceh, Palembang, Cirebon, Jepara, Tuban, Banjarmasin, Ternate dan Tidore. Semakin banyak bandar di Indonesia, perkembangan Islam ditanah air semakin lancar.
C. Faktor
pendukung islam cepat berkembang di Indonesia
Beberapa hal menyebabkan agama Islam terus berkembang pesat di Indonesia
diantaranya sebagai berikut:
1. Adanya perkawinan antara pedagang Arab, Persia, dan Gujarat dengan penduduk Indonesia.
2. Adanya sistem pendidikan pondok pesantren
3. Gigihnya para da'i atau mubaligh dalam menyebarluaskan Islam
4. Metode penyampaiannya mengena dihati masyarakat, sebab disesuaikan dengan latar belakang kebudayaan yang dimiliki, misalnya:
a. Wayang kulit
b. seni bangunan, dan
c. seni karawitan/seni gamelan
1. Adanya perkawinan antara pedagang Arab, Persia, dan Gujarat dengan penduduk Indonesia.
2. Adanya sistem pendidikan pondok pesantren
3. Gigihnya para da'i atau mubaligh dalam menyebarluaskan Islam
4. Metode penyampaiannya mengena dihati masyarakat, sebab disesuaikan dengan latar belakang kebudayaan yang dimiliki, misalnya:
a. Wayang kulit
b. seni bangunan, dan
c. seni karawitan/seni gamelan
Ajaran
sederhana, mudah dimengeri dan diterima. Syarat memeluk Islam mudah, yaitu
dengan mengucapkan Kalimat Syahadat. Didalam agama Islam tidak mengenal sistem
kasta. Upacara keagamaan cukup sederhana, tidak memerlukan banyak biaya.
Seiring surutnya kerajaan Sriwijaya dan Majapahit memungkinkan tersebarnya
agama Islam.
D.
Saluran penyebaran agama islam di
Indonesia
Agama islam
di indonesia berkembang melalui:
Melalui Perdagangan
Melalui Perkawinan
Melalui Pendidikan (Pondok
Pesantren)
Melalui Dakwah
Adapun yang
menerima agama islam di Indonesia, yaitu:
Para Bangsawan dan raja-raja
didaerah pantai
Para Pedagang
Masyarakat Luas
E.Peran
penyebar agama islam di Indonesia
1. PERAN PEDAGANG
1. PERAN PEDAGANG
kaum pedagang memegang peranan penting dalam
proses penyebaran agama Islam. Pedagang
itu datang dan berdagang di pusat perdagangan di daerah pesisir. Mereka tinggal
di tempat-tempat tersebut dalam waktu yang lama, untuk menunggu datangnya angin
musim. Pada saat menunggu inilah, terjadi pembauran antarpedagang dari berbagai
bangsa serta antara pedagang dan penduduk setempat. Terjadilah kegiatan saling
memperkenalkan adat-istiadat, budaya bahkan agama. Bukan hanya melakukan
perdagangan, bahkan juga terjadi asimilasi melalui perkawinan.
2. BANDAR-BANDAR DI INDONESIA
2. BANDAR-BANDAR DI INDONESIA
Bandar merupakan
tempat berlabuh kapal-kapal atau persinggahan kapal-kapal dagang. Bandar juga
merupakan pusat perdagangan, bahkan juga digunakan sebagai tempat tinggal para
pengusaha perkapalan. Di bandar-bandar inilah para pedagang beragama Islam
memperkenalkan Islam kepada para pedagang lain ataupun kepada penduduk
setempat. Dengan demikian, bandar menjadi pintu masuk dan pusat penyebaran
agama islam ke Indonesia.
3. Para wali dan Ulama
3. Para wali dan Ulama
Wali ialah orang yang sudah mencapai tingkatan
tertentu dalam mendekatkan diri kepada Allah. Salah satu cara penyebaran
agama islam ialah dengan cara mendakwah.
Penyebaran Islam melalui dakwah ini berjalan dengan cara para ulama mendatangi
masyarakat. Para ulama ini juga mendirikan pesantren-pesantren sebagai sarana
pendidikan Islam. Di Pulau Jawa, penyebaran agama Islam dilakukan oleh.
Para wali ini dekat dengan kalangan istana. Merekalah orang yang memberikan
pengesahan atas sah tidaknya seseorang naik tahta. Mereka juga adalah penasihat
sultan. Karena dekat dengan kalangan istana, mereka kemudian diberi gelar sunan
atau susuhunan (yang dijunjung tinggi).
Kesembilan wali yang menyebarkan
islam di pulau jawa yaitu:
(1)
Sunan Gresik
(Maulana Malik Ibrahim). Inilah wali yang pertama datang ke Jawa pada abad
ke-13 dan menyiarkan Islam di sekitar gresik. Dimakamkan di Gresik, Jawa Timur.
(2)
Sunan Ampel (Raden
Rahmat). Menyiarkan Islam di Ampel, Surabaya, Jawa Timur. Beliau merupakan
perancang pembangunan Masjid Demak.
(3)
Sunan Derajad (Syarifudin). Anak dari Sunan Ampel. Menyiarkan agama di
sekitar Surabaya. Seorang sunan yang sangat berjiwa sosial.
(4)
Sunan Bonang (Makdum
Ibrahim). Anak dari Sunan Ampel. Menyiarkan Islam di Tuban, Lasem, dan Rembang.
Sunan yang sangat bijaksana.
(5)
Sunan Kalijaga (Raden
Mas Said/Jaka Said). Murid Sunan Bonang. Menyiarkan Islam di Jawa Tengah.
Seorang pemimpin, pujangga, dan filosof. Menyiarkan agama dengan cara
menyesuaikan dengan lingkungan setempat.
(6) Sunan Gunung
Jati atau Syarif Hidayatullah adalah putra Syarif Abdullah
Umdatuddin putra Ali Nurul Alam putra Syekh Husain Jamaluddin Akbar.
(7) Sunan Kudus adalah putra Sunan Ngudung atau Raden Usman Haji, dengan Syarifah
Ruhil atau Dewi Ruhil yang bergelar Nyai Anom Manyuran binti Nyai Ageng Melaka
binti Sunan Ampel.
(9) Sunan Giri adalah putra Maulana Ishaq. Ia mendirikan pemerintahan mandiri di Giri Kedaton, Gresik; yang selanjutnya berperan sebagai pusat dakwah Islam di
wilayah Jawa dan Indonesia timur, bahkan sampai ke kepulauan Maluku. Salah satu
keturunannya yang terkenal ialah Sunan Giri Prapen, yang menyebarkan agama
Islam ke wilayah Lombok dan Bima.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar