Kamis, 06 Maret 2014

Faktor-faktor yang membuat islam dapat berkembang pesat di Indonesia


Kelompok 3
  •   Cyndi Rinanda S                (04)
  •   Dhea Shintia G                  (06)
  •   Jezico Theophilus de Q.    (12)
  •   Monika Revianti p.           (15)
  •   M.Ihsan S.R                      (16)
  •   Netty Nurjayanti               (19)
  •   Rifaldi Raja A                   (24)
  •   Suciani Noer I                   (30)
Saluran-saluran Penyebaran Islam di Indonesia
                                Proses masuk dan berkembangnya agama dan Kebudayaan Islam ke Indonesia pada umumnya berjalan dengan damai, karena itu mendapat sambutan yang baik dari masyarakat baik kalangan raja, bangsawan, maupun rakyat biasa. Hal itu didukung faktor-faktor berikut :
  •   Syarat memeluk Islam sangat mudah; cukup dengan mengucapkan kalimat Syahadat.
  • Tata cara peribadatan Islam sederhana, tidak perlu persiapan yang rumit.
  •  Islam tidak mengenal pelapisan sosial seperti halnya agama Hindu dengan sistem kastanya.
Penyebaran islam yang berlangsung damai itu dapat terlihat pada cara-cara penyebaran nya. Yaitu :
  1. Saluran perdagangan
                      Perdagangan merupakan metode penyebaran islam yang paling kentara bahkan dapat di katakan sebagai aluran dan utama penyebaran awal islam. Sekitar abad ke-7 sampai abad ke-16 pedagang nusantara dan pedagang asing (islam) dari Gujarot dan timur tengah ( arab dan persia) bertemu dan saling bertukar pengaruh. Kerajaan-kerajaan islam nusantara seperti bone, banjar, banten, demak, cirebon, samudra pasai, ternate, tidore, bacan, jailolo, hitu, dan deli selalu berawal daari daerah pesisir. Ketika raja-raja dan para bangsawan memeluk islam, rakyatnya dengan mudah mengikuti. Setelah memeluk islam, baik rakyat biasa, pedagang nusantara maupun anggota istana ikut menyebarkan islam ke kota-kota pelabuhan dan pesisir lain karakteristik kultur pesisir, yang mudah menerima serta terbuka terhadap hal-hal baru merupakan yang memudahkan penyebaran agama dan kebudayaan islam.
2. saluran perkawinan                     
                 Saluran penyeberan islam selanjutnya adalah melalui perkawinan. Pedagang-pedagang itu dan juga keluarganya menikah dengan perempuan pribumi, putra putri para bangsawan (adipati) dan bahkan dengan anggota keluarga kerajaan. Perkawinan anak-anak kaum bangsawan (adipati) ataupun raja punya dampak lebih. Lama-kelamaan seluruh anggota keluarga istana memeluk agama islam. Maka, kerajaan yang tadinya bercorak hindu-budha perlahan-lahan menjadi bercorak islam. Perkawinan juga tidak hanya terjadi antara para saudagar dan pribumi biasa atau antara saudagar dengan kaum berdarah biru. Contohnya perkawinan antara kerthabumi (brawijaya v) raja majahapit dengan putri champa. Demak bintara yang merupakan cikal bakal kerjaan islam demak. Mengembangkan demak bintara sebagai pelabuhan dagang. Para pendatang dari china pun yang menetap terutama di semarang, lasem, juwa, hingga tuban. Demak bintara tumbuh pesat dalam segala bidang, kelak menjadi modal untuk menundukan majapahit.
3. saluran pendidikan
                 Perkembangan islam yang semakin meluas mendorong muncul nya para ulama dan mubaligh. Para ulama dan mubaligh menyebarkan islam melalu pendidikan dengan mendirikan pondok-pondok pesantren di berbagai daerah. Saluran ini sangat efektif untuk mempercepat dan memperluas penyebaran hingga ke daerah-daerah yang terpencil. Pesantren-pesantren awal itu diantaranya pesantren ampel denta ( surabaya ) dan pesantren sunan giri (surabaya)
4.Saluran ajaran tasawuf                               
                           Tasawuf adalah ajaran ketuhanan yang terlah bercampur dengan mistik atau hal-hal yang bersifat magis. Kata tasawuf sendiri berasal kata sufi yang berarti kain wol yang terbuat dari bulu domba istilah ini muncul karena para ahli tasawuf biasanya memiliki jubah yang terbuat dari wol. Ajaran tasawuf ini di perkirakan masuk Indonesia sekitar abad ke-13, tetapi baru berkembang pesat sekitar abad ke-17. Ajaran ini mudah berkembang terutama di jawa karena ajaran Islam melalui tasawuf disesuaikan dengan pola fikir masyarakat yang masih berorientasi agama Hindu.
                        Tokoh-tokoh tasawuf yang terkenal diantaranya Hamzah fansuri,Syamsudin as Sumatrani,Nurrudin ar Raniri,Sunan Bonang,Syekh Siti Jenar dan Sunan Panggung
5. Saluran Dakwah          
                           Penyebaran Islam tidak dapat dilepaskan dari peranan para wali. Ada sembilan wali yang menyebarkan Islam dengan cara berdakwah, yang disebut juga walisongo. Mereka dikenal telah memiliki ilmu serta penghayatan yang tinggi terhadap agama islam.
a) Raden Rahmat yang dikenal
                   Sunan yang lahir tahun 1401 dikenal sebagai sunan Ampel. Sunan Ampel ini pendiri pesantren Ampel Denta (Surabaya) dan juga salah seorang pemrakarsa pembangunan masjid Demak.
b) Maulana Malik Ibrahim dikenal juga dengan nama Maulana Maghribi,wali asal Persia ini menyebarkan agama Islam di Jawa Timur. Ia wafat dan di makam kan di Gresik tahun 1419.
c) Sunan Gunung Jati dikenal juga dengan nama Syarif Hidayatullah atau Falatehan,wali keturunan Arab dari gujarat ini (Bapaknya seorang mubalig dan musafir besar bernama Syarif Abdullah dan Ibu Rara santang Putri Prabu Siliwangi) nerjasa meyebarkan agama Islam di Jawa Barat.Sultan mengangkatnya menjadi panglima angkata perang yang bertugas menguasai sunda kelapa dan Cirebon.Ia menetap di gunung jati di wilayah Cirebon.
d) Sunan giri bernama asli Raden Paku ini adalah salah seorang santri Sunan Ampel ia mendirikan pesantren giri ia juga dikenal sebagai seniman yang menciptakan gending jawa,asmarandana dan pucung. Dimakamkan di Gresik Surabaya
e) Sunan Bonang dengan nama asli Raden Maulana Makdum Ibrahim,ini juga seorang seniman yang menciptakan gending jawa Sunan  Bonang dan durma. Ia berasal dari tuban,wafat dan dimakamkan di tuban pada tahun 1525.
f) Sunan Kudus dengan nama asli Jafar Sodiq ini adalah putra dari RM Usman Haji atau Sunan ngundung dari Jipang ( Blora, Jawa tengah ). Sunan Kudus banyak berguru pada Sunan Kali Jaga. Cara berdakwahnya pun meniru pendekatan Sunan Kalijaga : Toleran pada budaya setempat dengan simbol-simbol Hindu-Budha (Alkuturasi). Hal ini terlihat dari arsitektur Masjid kudus : bentuk menara , gerbang, dan pancuran/ padasan Wudhu melambangkan 8 jalan Budha
g)  Sunan Kalijaga,Sunan dengan nama asli Raden Said Ini awalnya seorang tumenggung Majapahit,yang masuk Islam karena pengaruh Sunan Bonang. Dalam menyebarkan agama Islam,Ia memanfaatkan media wayang,yang sudah dikenal masyarakat  sejak masa praaksara hingga masuknya Hindu Budhha. Cerita-cerita Mahabrata dan Ramayana disadur dengan memasukkan nafas Islami. Sunan Kalijaga juga mengenalkan tradisi acara Maulid atau tradisi Sekaten,yaitu peringatan lahirnya Nabi Muhammad SAW yang masih dilaksanakkan oleh beberapa kraton di Jawa. Ia dimakamkan desa Kadilangu,Demak,Jawa Tengah.
h) Sunan Muria,dengan nama asli Raden Prawata Ini adalah putra dari Sunan Kalijaga. Tinggal di kaki gunung Muria,Jawa Tengah. Gaya berdakwahnya banyak mengambil cara ayahnya. Salah satu hasil dakwah nyalewat seni adalah lagu ‘’Sinom’’ dan ‘’Kinanti’’.
i) Sunan Drajad dengan nama Maunat Syarifuddin ini menyebarkan agama Islam di Jawa Timur. Ia dikenal berjiwa sosial : Sangat peduli terhadap kaum miskin dan duafa. Ia menciptakan gending Jawa,Pangkur.
6.Saluran Kesenian
                 Agama Islam juga disebarkan melalui kesenian. Beberapa bentuknya telah disebutkan, seperti wayang (oleh Sunan Kalijaga), gamelan (oleh Sunan Bonang), serta dan gending (lagu-lagu) berisi syair dan dasar-dasar ajaran Islam. Kesenian yang telah berkembang sebelumnya tidak musnah tetapi diperkarya dengan seni Islam disebut alkulturasi. Seni sastra juga berkembang pesat : banyak buku tentang tasawuf, hikayat, dan babad disadur dalam bahasa melayu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar