Kelompok 3
- Cyndi Rinanda S (04)
- Dhea Shintia G (06)
- Jezico Theophilus de Q. (12)
- Monika Revianti p. (15)
- M.Ihsan S.R (16)
- Netty Nurjayanti (19)
- Rifaldi Raja A (24)
- Suciani Noer I (30)
Saluran-saluran Penyebaran Islam di
Indonesia
Proses masuk dan berkembangnya agama
dan Kebudayaan Islam ke Indonesia pada umumnya berjalan
dengan damai, karena itu mendapat sambutan yang baik dari masyarakat
baik kalangan raja, bangsawan, maupun rakyat biasa. Hal itu didukung
faktor-faktor berikut :
- Syarat memeluk Islam sangat mudah; cukup dengan mengucapkan kalimat Syahadat.
- Tata cara peribadatan Islam sederhana, tidak perlu persiapan yang rumit.
- Islam tidak mengenal pelapisan sosial seperti halnya agama Hindu dengan sistem kastanya.
Penyebaran
islam yang berlangsung damai itu dapat terlihat pada cara-cara penyebaran nya.
Yaitu :
- Saluran perdagangan
Perdagangan
merupakan metode penyebaran islam yang paling kentara bahkan dapat di katakan
sebagai aluran dan utama penyebaran awal islam. Sekitar abad ke-7 sampai abad
ke-16 pedagang nusantara dan pedagang asing (islam) dari Gujarot dan timur
tengah ( arab dan persia) bertemu dan saling bertukar pengaruh.
Kerajaan-kerajaan islam nusantara seperti bone, banjar, banten, demak, cirebon,
samudra pasai, ternate, tidore, bacan, jailolo, hitu, dan deli selalu berawal
daari daerah pesisir. Ketika raja-raja dan para bangsawan memeluk islam,
rakyatnya dengan mudah mengikuti. Setelah memeluk islam, baik rakyat biasa,
pedagang nusantara maupun anggota istana ikut menyebarkan islam ke kota-kota
pelabuhan dan pesisir lain karakteristik kultur pesisir, yang mudah menerima
serta terbuka terhadap hal-hal baru merupakan yang memudahkan penyebaran agama
dan kebudayaan islam.
2. saluran
perkawinan
Saluran penyeberan islam selanjutnya
adalah melalui perkawinan. Pedagang-pedagang itu dan juga keluarganya menikah
dengan perempuan pribumi, putra putri para bangsawan (adipati) dan bahkan
dengan anggota keluarga kerajaan. Perkawinan anak-anak kaum bangsawan (adipati)
ataupun raja punya dampak lebih. Lama-kelamaan seluruh anggota keluarga istana
memeluk agama islam. Maka, kerajaan yang tadinya bercorak hindu-budha
perlahan-lahan menjadi bercorak islam. Perkawinan juga tidak hanya terjadi
antara para saudagar dan pribumi biasa atau antara saudagar dengan kaum
berdarah biru. Contohnya perkawinan antara kerthabumi (brawijaya v) raja
majahapit dengan putri champa. Demak bintara yang merupakan cikal bakal kerjaan
islam demak. Mengembangkan demak bintara sebagai pelabuhan dagang. Para
pendatang dari china pun yang menetap terutama di semarang, lasem, juwa, hingga
tuban. Demak bintara tumbuh pesat dalam segala bidang, kelak menjadi modal
untuk menundukan majapahit.
3. saluran
pendidikan
Perkembangan
islam yang semakin meluas mendorong muncul nya para ulama dan mubaligh. Para
ulama dan mubaligh menyebarkan islam melalu pendidikan dengan mendirikan
pondok-pondok pesantren di berbagai daerah. Saluran ini sangat efektif untuk
mempercepat dan memperluas penyebaran hingga ke daerah-daerah yang terpencil.
Pesantren-pesantren awal itu diantaranya pesantren ampel denta ( surabaya ) dan
pesantren sunan giri (surabaya)
4.Saluran
ajaran tasawuf
Tasawuf adalah ajaran ketuhanan yang
terlah bercampur dengan mistik atau hal-hal yang bersifat magis. Kata tasawuf
sendiri berasal kata sufi yang berarti kain wol yang terbuat dari bulu domba
istilah ini muncul karena para ahli tasawuf biasanya memiliki jubah yang terbuat
dari wol. Ajaran tasawuf ini di perkirakan masuk Indonesia sekitar abad ke-13,
tetapi baru berkembang pesat sekitar abad ke-17. Ajaran ini mudah berkembang
terutama di jawa karena ajaran Islam melalui tasawuf disesuaikan dengan pola
fikir masyarakat yang masih berorientasi agama Hindu.
Tokoh-tokoh
tasawuf yang terkenal diantaranya Hamzah fansuri,Syamsudin as
Sumatrani,Nurrudin ar Raniri,Sunan Bonang,Syekh Siti Jenar dan Sunan Panggung
5. Saluran Dakwah
Penyebaran Islam tidak dapat
dilepaskan dari peranan para wali. Ada sembilan wali yang menyebarkan Islam
dengan cara berdakwah, yang disebut juga walisongo. Mereka dikenal telah
memiliki ilmu serta penghayatan yang tinggi terhadap agama islam.
a) Raden Rahmat yang dikenal
Sunan
yang lahir tahun 1401 dikenal sebagai sunan Ampel. Sunan Ampel ini pendiri
pesantren Ampel Denta (Surabaya) dan juga salah seorang pemrakarsa pembangunan
masjid Demak.
b) Maulana
Malik Ibrahim dikenal juga dengan nama Maulana Maghribi,wali asal Persia ini
menyebarkan agama Islam di Jawa Timur. Ia wafat dan di makam kan di Gresik tahun 1419.
c) Sunan
Gunung Jati dikenal juga dengan nama Syarif Hidayatullah atau Falatehan,wali
keturunan Arab dari gujarat ini (Bapaknya seorang mubalig dan musafir besar
bernama Syarif Abdullah dan Ibu Rara santang Putri Prabu Siliwangi) nerjasa
meyebarkan agama Islam di Jawa Barat.Sultan mengangkatnya menjadi panglima
angkata perang yang bertugas menguasai sunda kelapa dan Cirebon.Ia menetap di
gunung jati di wilayah Cirebon.
d) Sunan giri
bernama asli Raden Paku ini adalah salah seorang santri Sunan Ampel ia
mendirikan pesantren giri ia juga dikenal sebagai seniman yang menciptakan
gending jawa,asmarandana dan pucung. Dimakamkan di Gresik Surabaya
e) Sunan
Bonang dengan nama asli Raden Maulana Makdum Ibrahim,ini juga seorang seniman
yang menciptakan gending jawa Sunan
Bonang dan durma. Ia berasal dari tuban,wafat dan dimakamkan di tuban
pada tahun 1525.
f) Sunan Kudus
dengan nama asli Jafar Sodiq ini adalah putra dari RM Usman Haji atau Sunan ngundung
dari Jipang ( Blora, Jawa tengah ). Sunan Kudus banyak berguru pada Sunan Kali
Jaga. Cara berdakwahnya pun meniru pendekatan Sunan Kalijaga : Toleran pada
budaya setempat dengan simbol-simbol Hindu-Budha (Alkuturasi). Hal ini terlihat
dari arsitektur Masjid kudus : bentuk menara , gerbang, dan pancuran/ padasan
Wudhu melambangkan 8 jalan Budha
g) Sunan Kalijaga,Sunan dengan nama asli Raden
Said Ini awalnya seorang tumenggung Majapahit,yang masuk Islam karena pengaruh
Sunan Bonang. Dalam menyebarkan agama Islam,Ia memanfaatkan media wayang,yang
sudah dikenal masyarakat sejak masa
praaksara hingga masuknya Hindu Budhha. Cerita-cerita Mahabrata dan Ramayana
disadur dengan memasukkan nafas Islami. Sunan Kalijaga juga mengenalkan tradisi
acara Maulid atau tradisi Sekaten,yaitu peringatan lahirnya Nabi Muhammad SAW
yang masih dilaksanakkan oleh beberapa kraton di Jawa. Ia dimakamkan desa
Kadilangu,Demak,Jawa Tengah.
h) Sunan
Muria,dengan nama asli Raden Prawata Ini adalah putra dari Sunan Kalijaga.
Tinggal di kaki gunung
Muria,Jawa Tengah. Gaya berdakwahnya banyak mengambil cara ayahnya. Salah satu
hasil dakwah nyalewat seni adalah lagu ‘’Sinom’’ dan ‘’Kinanti’’.
i) Sunan
Drajad dengan nama Maunat Syarifuddin ini menyebarkan agama Islam di Jawa
Timur. Ia dikenal berjiwa sosial : Sangat peduli terhadap kaum miskin dan
duafa. Ia menciptakan gending Jawa,Pangkur.
6.Saluran
Kesenian
Agama Islam juga
disebarkan melalui kesenian. Beberapa bentuknya telah disebutkan, seperti
wayang (oleh Sunan Kalijaga), gamelan (oleh Sunan Bonang), serta dan
gending (lagu-lagu) berisi syair dan dasar-dasar ajaran Islam. Kesenian yang
telah berkembang sebelumnya tidak musnah tetapi diperkarya dengan seni Islam
disebut alkulturasi. Seni sastra juga berkembang pesat : banyak buku tentang
tasawuf, hikayat, dan babad disadur dalam bahasa melayu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar